Anda Mahal dan Berharga!

“Saya punya uang seratus ribu rupiah (Rp 100.000,-)!!! Masih mulus, wangi, baru keluar dari mesin ATM. Saya mau kasih uang ini cuma-cuma, ada yang mau?” tanya saya ketika memulai sebuah kelas sharing.

Image

Semua dari mereka berteriak serempak, “Mau!!!”

Kemudian saya meremas lembaran uang tersebut, sehingga bentuknya jadi lecek. Saya bertanya lagi kepada mereka, apakah masih mau menerima uang seratus ribu yang lecek? Kembali mereka serentak menjawab mau.

Selanjutnya, saya coret-coret lembaran uang tersebut dengan pulpen. Jawabannya mereka masih sama.

Percobaan keempat, saya celupkan uang tersebut ke dalam air. Maka lembaran uang tersebut basah dan mudah sekali dirobek. Mau tahu jawaban dari para peserta? Mereka tetap mau menerimanya.

Terakhir, saya celupkan uang yang basah itu ke dalam air got. Lengkap sudah! Basah, bau, dan kotor. Dan sekali lagi… jawaban mereka tetap sama. Mereka mau menerima selembar uang seratus ribu yang bentuknya sudah jauh dari sempurna.

Kesimpulannya… Seperti apapun bentuknya, selembar uang seratus ribu tetap saja bernilai mahal dan berharga.

Teman, uang seratus ribu itu layaknya kita sebagai manusia. Seburuk apapun keadaan Anda, percayalah… nilai Anda sebagai seorang manusia tidak pernah berkurang. Hidup Anda tetap bernilai mahal dan berharga. 

Tapi seringkali manusia yang membuat nilainya seolah lebih murah dibanding orang lain; hanya karena latar belakang yang kurang baik, karena keadaan ekonomi yang pas-pasan, karena penampilan fisik yang biasa saja, atau karena kekurangan-kekurangan yang membuatnya takut untuk melangkah maju.

Jangan rendah diri! Ketika kita terlahir di bumi, Tuhan tidak pernah membeda-bedakan antara orang yang satu dengan yang lain. Kita diberi modal yang sama, nilai yang sama! Kita dibekali kelebihan untuk dikembangkan dan kekurangan agar tidak sombong, begitu juga orang lain.

Kenapa ada orang-orang yang bisa lebih sukses dari kita, misalnya dalam hal keuangan, keahlian, prestasi, dan lainnya? Karena mereka fokus pada kelebihan, bukan kekurangan.

Saya pernah berada di saat dimana saya lebih fokus pada kekurangan saya.

Apa yang saya hasilkan? Tidak ada. Saya berjalan di tempat, sibuk mencari cara untuk mengurangi kekurangan saya. Sampai akhirnya saya sadar, kekurangan saya akan berkurang ketika saya fokus pada kelebihan yang saya miliki.

Kabar baiknya, ketika kita fokus pada kelebihan, ternyata banyak kelebihan-kelebihan lainnya yang kita miliki dan selama ini kurang kita sadari.

Ingat… Apapun yang kita pikirkan tentang diri kita, itu juga yang terjadi dalam hidup kita. Jadi, buat apa buang waktu untuk memikirkan yang jelek-jelek kalau yang jelek itu yang akan menimpa kita?

Segala yang baik, segala yang manis, segala yang menyenangkan… pikirkanlah semuanya itu! Maka…. hidup Anda pun akan selalu baik, selalu manis, dan selalu menyenangkan.

Sukses selalu!

SUCCESS IS MY DESTINY!